Halohaa..
Disini kalian cuma bakal nemuin kalimat-kalimat gak jelas dari gue.
Enjoy yaa.. ^^

Sabtu, 31 Maret 2012

Cerpen yang Asal Buat

Dulu temenSMP gue pernah curhat. Nah dari curhatannya itu gue buat menjadi cerpen ini. Yah, walaupun ga bagus bagus banget sih cerpennya. tapi gue pengen publikasiin aja. Pengen tau gimana cerpen buatan gue, baca aja cerpen berikut.

Perasaanku Terhadapnya

      “Din, kamu tau gak sih? Wulan tuh cantik banget ya, Din? Dia tuh begitu menarik perhatianku. Wajahnya yang begitu indah bagai bidadari dari khayangan, kulitnya yang begitu mulus bagai kain sutera, lalu rambutnya yang lurus terurai panjang begitu memesona. Trus matanya yang menatapku tuh begitu menawan, kayaknya gak mau deh aku melepaskan pandanganku darinya. Oh Wulan kau begitu cantik. Ih, Din.. Aduuuh,,, aku bener-bener jajatuh cinta deh sama dia.” Curhat Erwin padaku, ia begitu bersemangat bercerita mengenai Wulan kepadaku.
“Udah ceritanya???” Dengan nada yang terdengar seperti mengejek, aku pura-pura bertanya, karena aku sungguh sangat malas menanggapi ceritanya.
“Ih, kamu kok gitu sih, Din? Kan aku udah begitu semangat ceritanya. Tapi kok kamu malah kayak gitu sih nanggepinnya?” gumam Erwin sebal karena sadar bahwa ceritanya tak ditanggapi olehku. “Ya sudah kalo kamu gak mau dengerin cerita aku. Gak usah dengerin!” seru Erwin dengan nada kesal.
“Ya maaf, aku masih mau kok dengerin kamu cerita. Tadikan aku cuma bercanda. Bener deh!” kataku meminta maaf. Cerita Erwin terus berlanjut sampai jam istirahat usai. Sebenarnya aku mals sekali kalau harus mendengarkan cerita Erwin yang hanya mengenai Wulan, Wulan dan Wulan. Tapi hanya itu yang akan membuat aku dan Erwin menjadi lebih dekat.

Ya Tuhan kenapa harus aku yang menjadi tempat curhat buat dia? Sakit sekali hati ini kalau harus mendengarkan cerita dari orang yang aku sayang bercerita mengenai wanita yang ia sayang, karena wanita itu bukan aku. Tapi hanya itu jalan satu-satunya kalau aku ingin selalu di dekat dia. Pernah aku coba untuk tidak mencintainya, tapi rasa itu sulit sekali untuk pergi. Padahal dengan gampangnya rasa itu datang menghampiriku. Aku juga tidak akan pernah menyatakan cintaku itu kepadanya, karena aku tau yang ada di hatinya hanya Wulan. Hanya Wulan semata. Dan apa kata Erwin jika aku benar-benar menyatakan cintaku ini kepadanya? Karena buat dia aku hanyalah sabahatnya. Tempat mencurahkan isi hatinya, bukan pendamping hatinya.

Jam sekolah usai, berarti usai pula perjumpaanku dengan dia hari ini. Aku harus bersabar untuk bertemu dengannya esok pagi. Di saat pulang seperti sekarang inilah yang membuatku selalu memikirkannya, karena jika aku sedang sendiri tanpa kawan, pikiranku selalu tertuju padanya.

Dia begitu manis apalagi saat dia tersenyum dan tertawa. Saat ia tersenyum padaku itulah saat dimana seluruh tubuhku serasa melayang. Oh Tuhan, walaupunku tak bisa menjadi orang yasng lebih dari sekedar tempat curhat baginya, aku sudah cukup bahagia menjadi tempat ia bercerita. Tempat ia mencurahkan seluruh isi hatinya untuk di ceritakan kepadaku. Aku sudah merasa cukup untuk menjadi orang yang dia percayai selama ini. Walaupun terkadang aku selalu ingin menjadi orang yang lebih bagi diri, bukan hanya sekedar tempat ia mencurahkan isi hatinya.

Tak terasa aku sudah sampai didepan rumahku, pikiranku buyar seketika.
“Assalamu’alaikum.” Ucapku sambil membuka pintu rumah.
“Wa’alaikumsalam.” Seru mama membalas salamku. “Cepet ganti baju, trus langsung makan! Itu nasinya ada dimeja makan.” Perintah mama kepadaku dengan begitu perhatiannya.
“Ya, Mah.” Sahutku dari dalam kamar.

Malamnya aku merasa penyakit insomniaku kambuh lagi.
"Aduhaku ga bisa tidur, nih.Enaknya ngapain ya? seruku dalam hati.
Tiba-tiba saja pikiranku tertuju kembali padanya. Sejurus kemudian pikiranku yang mula-mula hanya mengenai Erwin yang begitu manis. Tiba-tiba saja pikiranku menjurus kepada Wulan, sosok yang sering diceritakan Erwin kepadaku. Rasa sakit itu muncul kembali tanpa kusadari. Seketika ada yang kurasakan ada yang mengalir di pelupuk pipiku ini. 
Apa yang akan terjadi hari ini aku pun tak tau. Aku takut jika besok akan terjadi sesuatu yang tidak aku suka. Aku takut jika harus kehilangan orang yang aku sayang. 

Tak kusangka, aku sudah terbangun pagi ini. Kepalaku terasa begitu pusing. Aku sudah tak ingat lagi apa yang telah terjadi semalam. Tapi harus tetap ku paksakan tubuh ini untuk bergegas mandi, karena jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagi. Kukayuh sepedaku secepat yang kubisa. Tibalah aku disekolah. Ku sapa beberapa anak yang sekiranya aku kenal.
"Pagi." sapaku kepada seluaruh teman sekelasku.
"pagi..." mereka mejawab sapaanku dengan begitu murung. Apa yang terjadi dengan mereka? Mungkin mereka belum sarapan tadi pagi.

"Din, kamu tau gak kemarin sore pas Erwin pulang dari tempat les, Erwin mengalami kecelakaan. Dia tertabrak kereta saat dia sedang melintasi rel kereta. Dan dia... tewas seketika di tempat ia tertabrak.Kamu tau gak? seru Tasya kepadaku.
"APA??!!" seruku kaget. Tiba-tiba saja kepalaku sakit seperti terantuk benda yang sangat keras. Aku pun tak sadarkan diri tuk beberapa saat. Setelah sadar aku terbangun dan aku coba mengingat apa yang tengah terjadi hari ini. Yang kuingat hanya berita yang sangat kuakuti akhirnya tiba dihadapanku. Apakah berita ini benar adanya, ataukah itu hanya sebuah gurauan Tasya untuk mentakut-takutiku. Karena hanya dialah orang yang tau bagaimana perasaanku terhadap Erwin.Semoga berita itu tidak benar atau paling tidak ini semua hanya mimpi. Kucoba mencubit lenganku untuk memastikan kalau ini bukan nyata.
"Aauuww??!!" karena rasa sakit dilenganku yang kucubit, aku berteriak pelan. Ternyata ini sungguh terjadi. Hal yang tek pernah ku inginkan akhirnya datang. Tapi aku belum boleh percaya begitu saja, sebelum aku melihat jasadnya. 

Sepulang sekolah, aku memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Sebenarnya tadi, wali kelasku sudah menginformasikan berita ini kepada seluruh teman sekelasku. Bu Melli, wali kelasku mengatakan bahwa sore ini Erwin akan langsung di kebumikan di kampunya Cirebon.
Di depan rumahnya ku terdiam, karena kulihat bendera berwarna kuning di depan rumahnya. Air mataku kembali terjatuh, aku menangis unuk yang kesekian kalinya karena aku belum bisa menerima kenyataan ini. Ini semua seperti mimpi. 
"Dini?" seru seorang ibu. Ternyata itu adalah Tante Muti, ibunda Erwin. Kulihat matanya bengkak karena menangis. Mungkin beliau sudah seharian ini menangis. seorang ibu manapun jika kehilangan seorang anak pasti akan menangis. 
"Ya, tante. Tante, apakah Erwin sudaahh... ngg.." ku coba untuk melanjutkan kalimatku, tapi sulit sekali untuk mengucapkannya. 
"Ya sayang, Erwin sudah pergi. Ia sudah meninggalkan kita semua. kamu nanti maukan ikut tante mengantarkan Erwin ke peristirahatan terakhirnya?" seru tante sambil sesegukan. 
Aku mengiyakan permintaan tante untuk ikut bersamanya sore ini untuk mengantarkan jasad Erwin. 

Tibanya ditempat peristirahatanErwin yang terakhir. air maaku tak terbendung lagi. Aku menangis sejadi-jadinya. 
Inilah saat terakhirku melihatnya. Aku tak akan pernah lagi melihatnya. Takkan ada lagi canda tawanya yang begitu riang. Tak ada lagi yang akan bercerita mengenai Wulan, Wulan dan Wulan lagi kepadaku. karena yang bercerita sudah pergi untuk selamanya. Aku pasti akan merindukannya. Entah itu besok, lusa, bulan depan atau pun tahun depan. Aku pasti akan mengingatnya. Sampai diakhir hidupnya aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya tentang perasaanku kepadanya. 

Selamat jalan sahabatku. Ku takkan pernah melupakanmu. Melupakan kenangan kita berdua. Itu semuakan kuingat selamanya. 


Selesai


Nah, itu dia cerpen gue. yah biasa aja sih, tapi luamayankan, hehe..

Cerita dia atas cuma karangan gue semata, kesamaan Nama, Tokoh, Latar dan Cerita itu gak disengaja lho. Sebernya mah ceritanya ga sampe meninggal gitu, gue bikin rada dramatis aja ceritanya. biar tambah seru. (padahal kaga ada seru-serunya) Yang sebenrnya tuh cuma pindah kota doang, temen gue di Karawang dan temen cowonya pindah ke Cirebon. Walaupun begitukan sama aja dia tetep ga bisa ungkapin perasaan lopenya sama tuh cowo. Udah dulu aja kali yah ceritanya. See you next time. muach :* 

Baca selengkapnya >>

Jumat, 30 Maret 2012

Whalaa.. Its My Blog

Welcome to my blog. Ini nih blog pertama yang pernah gue buat. Kalo misalkan gue ga disuruh guru buat bikin blog, pasti kaga bakal jadi-jadi deh ini blog. Sebenernya sih udah lama gue pengen bikin blog gitu, tapi karna guenya males ya suds.

Prtha Khalida dengan bukunya yang berjudul LemOt A Diary Of Ceweq Gokil yang mengispirasi gue buat bikin blog dengan tema pengalaman dan kisah keseharian gue. Dan menurut gue itu akan sangat mengasikan.

Blog ini akan menjadi diary yang umum dibaca semua orang. Lagian juga gue lebih suka nulis dengan memijat-mijat keyboard daripada harus nulis manual pake pulpen dan kertas.

Okay, I hope you'll enjoy with my blog... 
Baca selengkapnya >>